PEMAKAIAN TANDA BACA >> TANDA KOMA YANG BAIK DAN BENAR MENURUT PUEBI

NOTE: GAMBAR HANYA PEMANIS
1.  Tanda koma dipakai di antara
unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Misalnya:
NOTE: contohnya
saya ambil dari PROJECK
MAGI GRANDSON
 saya
·        Telepon
seluler, komputer, atau internet bukan barang asing lagi.
·        Buku,
majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.
·        Satu, dua,
tiga!
·        Selain itu,
berbagai jenis orang seperti paman yang berpakaian cukup baik, seorang wanita
tua seperti penyihir, dan orang seperti ksatria dengan berbagai jumlah
peralatan menakjubkan.
·        Senang
bertemu dengan Anda, Merlin-sama, Melinda-sama, dan Shin-sama
·        Terampil
tapi cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki energi untuk cadangan, ia
menempatkan apa pun minat dia dalam praktek.
2.      Tanda
koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan,
dalam kalimat majemuk (setara).
Misalnya:
Note:  contohnya dari Web
Novel CUT
& PASTE
·        Misalnya,
Raja dianugerahkan dengan dua Skill.
·        Ini bukan
milik saya, melainkan milik ayah saya.
·        Bagaimanapun,
aku tidak bisa bergerak dari kereta selama setengah hari.
3.   Tanda koma dipakai
untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:
·        Kalau
diundang, saya akan datang.
·        Karena baik
hati, dia mempunyai banyak teman.
·        Lute-kun
yang hanya tertarik pada dirinya sendiri tidak melihat simpati ku, dia polos
melanjutkan pelajaran aritmatika. (GUN-OTA)
·        Setelah
memberikan permintaan maaf dalam hatiku untuk berpikir buruk tentang Snow, aku
mengganti emosiku dan bertanya padanya. (GUN-OTA)
Catatan: Tanda
koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
Misalnya:
·        Saya akan
datang kalau diundang.
·        Dia
mempunyai banyak teman karena baik hati.
·        Hatiku
merasa sangat senang sejak aku telah bereinkarnasi ke dunia ini.
4.   Tanda koma dipakai di
belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat, seperti oleh karena itu,
jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
Misalnya:
·        Mahasiswa
itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar
negeri.
·        Anak itu
memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar
·        Orang tuanya
kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya berhasil menjadi sarjana.
·        Aku,
setidaknya, akan baik kepadanya
5.       Tanda
koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau
hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.
Misalnya:
·        O, begitu?
·        Wah, bukan
main!
·        Hati-hati,
ya, jalannya licin!
·        Nak, kapan
selesai kuliahmu?
·        Ok, sensei.
(GUN-OTA)
·        Apa yang
bisa aku lakukan untuk mu, Elle-sensei? (GUN-OTA)
6.  Tanda koma dipakai untuk
memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Misalnya:
·        Kata nenek
saya, “Kita harus berbagi dalam hidup ini.”
·        “Kita
harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia
adalah makhluk sosial.”
Catatan: Tanda
koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya,
kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.
Misalnya:
·        “Di
mana Saudara tinggal?” tanya Pak Lurah.
·        “Shhh!!!
Jangan keras. Semua orang akan bangun.” Kaget aku tergenggam mulutnya
terburu-buru.
·        “Wow,
indahnya pantai ini!” seru wisatawan itu.
 7.  Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b)
bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah
atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
Sdr. Abdullah, Jalan Kayumanis
III/18, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130
Dekan Fakultas Kedokteran,
Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta
Surabaya, 10 Mei 1960
Tokyo, Jepang
      8. Tanda koma
dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar
pustaka.
Misalnya:
Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik
Internasional. Jakarta: Restu Agung.
Halim, Amran (Ed.) 1976. Politik
Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta: Pusat Bahasa.
Tulalessy, D. dkk. 2005.
Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Wilayah Indonesia Timur. Ambon: Mutiara
Beta.
  9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian
dalam catatan kaki atau catatan akhir.
Misalnya:
·       
Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid
2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm. 25.
·       
Hadikusuma Hilman, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya
Indonesia (Bandung: Alumni, 1977), hlm. 12.
·       
W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang
(Jogjakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.
10.  Tanda
koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
B. Ratulangi, S.E.
Ny. Khadijah, M.A.
Bambang Irawan, M.Hum.
Siti Aminah, S.H., M.H.
Catatan:
Bandingkan Siti Khadijah, M.A. dengan Siti Khadijah M.A. (Siti Khadijah Mas
Agung).
                                          
11.
    Tanda koma dipakai sebelum angka
desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
·       
12,5 m
·       
27,3 kg
·       
Rp500,50
·       
Rp750,00
12.            Tanda
koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.
Misalnya:
·       
Di daerah kami, misalnya, masih banyak bahan tambang yang belum
diolah.
·       
Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti
latihan paduan suara.
·       
Soekarno, Presiden I RI, merupakan salah seorang pendiri Gerakan
Nonblok.
·       
Pejabat yang bertanggung jawab, sebagaimana dimaksud pada ayat
(3), wajib menindaklanjuti laporan dalam waktu paling lama tujuh hari.
·       
Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak
diapit tanda koma!
·       
Siswa yang lulus dengan nilai tinggi akan diterima di perguruan tinggi
itu tanpa melalui tes.
13.            Tanda
koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk
menghindari salah baca/salah pengertian.
Misalnya:
·       
Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa daerah.
·       
Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
·       
Bandingkan dengan:
·       
Dalam pengembangan bahasa kita dapat memanfaatkan bahasa daerah.
·       
Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.
REFERENSI:
——————————————
4.      

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×