OPINI- DI COPAS? PROJECK FT BERHENTI!!!

Opini- Kenapa Fans Translation Lebih Suka Menghentikan Projeck-nya Jika Hasil Projeck-nya Di Copas?

 

Opini – Pernah ngak kalian para pembaca bertanya-tanya, kenapa kalau projeck suatu ft di copas, banyak yang memilih untuk menghentikan projeck yang bersangkutan? Kenapa mereka marah sekali jika projeck hasil terjemahan mereka di publis di blog lain tampa se-izin mereka? Lalu mereka bakalan berkoar-koar di forum-forum untuk melaporkan si tukan copas ini (maling, mulai dari sekarang mimin akan menyebutnya maling).

 

Di balik kepopuleran media budaya Jepang seperti anime, manga, dan novel ringan, bahkan hingga ke mancanegara, ada sebuah fakta yang cukup ironis. Karna tidak semua karya tersebut bisa diakses oleh para penggemar di luar Jepang. Hal ini mengakibatkan munculnya praktek-praktek translasi independen seperti fansub [Samehadaku misalnya, situs download fovorit mimin] ataupun fan translation [OTAKU-AKUT misalnya] mangascan yang dilakukan oleh para fans demi bisa menikmati anime, manga, ataupun novel ringan kesayangannya.

 

Praktek translasi independen ini sendiri di atas kertas bisa dibilang ilegal karena seringkali hasil translasi tersebut disebarluaskan kepada publik, yang artinya penggandaan tanpa izin dari sebuah produk yang berhak cipta. Terlepas dari status translasi independen buatan fans yang seringkali menimbulkan kontroversi tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit anime, manga, ataupun novel ringan Jepang yang menjadi terkenal di luar Jepang berkat praktek-praktek translasi independen dari para fans. Tidak sedikit pula karya-karya asal Jepang tersebut yang akhirnya dilisensi secara resmi di suatu negara, setelah karya yang bersangkutan menjadi populer berkat praktek translasi independen dari para fans.

‘Di kalangan translator independen sendiri terdapat aturan tak tertulis di mana jika suatu karya sudah dilisensi secara resmi ke dalam suatu bahasa bahasa, maka penerjemahan secara independen dari karya tersebut ke dalam bahasa yang bersangkutan akan dihentikan’. Meskipun begitu, tak jarang masih ada juga para translator-translator independen “nakal” yang masih menjalankan tindakan “ilegal” mereka dalam menerjemahkan maupun menyebarluaskan karya yang sudah dilisensi secara resmi.

 

 

Lalu karna tindakan ini di atas kertas terbilang illegal, kenapa mereka sangat marah hasil terjemahan mereka di curi? Bukankan nyatanya mereka juga tidak memiliki hak untuk hasil karya tesebut? Mungkin, mimin bisa menjawabnya dari beberapa sudut.

 

Q: Apa mereka lemah banget ya, masa Cuma karna di copas semangatnya langsung turunn? Kan kalau udah langganan di sana ngak bakallan pergi ke FT lain. Masa langsung di drop gitu aja? Apalagi kalau udah langganan di sana, pasti ngak bakal berpindah ke lain hati.

 

well…… masalahnya bukan hanya soal artikel blog yang di copas. Tapi juga banyak hal lain, blog yang artikelnya di ambil maling (FT, khusunya) akan mendapatkan dampak yang sangat terasa. Mulai dari turunya visitor blog, turun rank di pencarian google (Apalagi kalau SEO blog si maling lebih bagus dari FT pemilik projek).

Yah memang kalua sudah langgan di suatu FT biasanya ngak bakan pidah ke blog copas. Tapi masalahnya ada di kata kalau sudah langganan, dengan kata lain sudah jadi visitor tetap di blog tersebut. Tapi bagaimana dengan yang belum atau baru mencari tentang terjemahan ft tersebut? Bagaimana jika mereka menemukan di blog si maling?

Saya yakin si pembaca ngak tau itu artikel ada dari mana. Mereka yang menyukai cerita dari karya yang di terjemahkan pasti akan merekomendasikan karya tersebut pada orang terdekat mereka. Dan lingkaran setan ini akan terus berlanjut. Hasilanya? Visitor blog si maling akan terus menigkat. Apalagi kalau terjemahan karya tersebut di lakukan dengan baik. Lalu apa yang akan di dapat si yang punya usaha? Yah si maling juga usaha sih, maling juga butuh usaha, lol.

 

Membuat blog FT khusnya Bukan hanya tentang kamu menerjemahkan sebuah karya secara independen. Kamu juga harus memikirkan manajemen situs, dan hosting di satu sisi, ada juga tingkat CPM yang semakin rendah. Serta pemblokiran iklan di sisi lain.

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×