Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Chapter 1 – BEING SAMMONED PART 4

Isekai Maou to
Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Chapter 1 – BEING SAMMONED PART 4
—————————————————————————–
———————————
PENERJEMAH:
ADD-SAM
EDITOR:
RENA- SAMA (MUNGKIN)
PROOFREADER:
VOID-SAMA
———————————
[…..<> adalah kemampuan yang luar biasa tapi…  aku tidak bisa menerimanya!. Hal seperti
itu….]

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-2825009785802758”,
enable_page_level_ads: true
});

[Aku juga
sama! Aku tidak ingin di perbudak oleh makhluk yang kupanggil!!!]
Rem dan Shera berteriak.
Takuma berpikir
—- Aku punya perasaan
bahwa meninggalkan dua orang yang kecewa seperti ini akan menjadi buruk
.
Sekarang takuma telah berhasil memperbudak keduanya.
Bagaimanapun, <> di cross
reverie adalah kosa kata pertama yang muncul dalam penjelasan setting, dan
bukanlah sihir yang bisa di gunakan kapanpun oleh pemain.
Keberadaan kuat telah di panggil ke dunia ini sebagai
makhluk panggilan, dari sudut pandang mereka, mahluk yang akan dengan senang
hati melakukan apapun yang di perintahkan kepada mereka. Summoned beasts adallah
『Mahluk yang tidak akan melawan bagaimanapun mereka di
perlakukan, mahluk yang seperti di galam game』.
Makhluk yang di panggil [bukahlah makhluk yang taat seperti
dalam game]. Itulah kenapa hal-hal mengenai efek dan batasan <> menjadi tidak jelas. Setidaknya tiba-tiba mengabaikan dan
memberontak— metode semacam itu tidak ada.
Tempat dimana dia berada, tampaknya dunia yang sangat mirip
dengan cross reverie. Itu mungkin hal yang berbeda, selama ini bukan mimpi…. ini
dunia lain, hanya saja jenis efek apa yang di miliki oleh <>— dengan beberapa kemungkinan, mungkinkah ada cara lain
untuk membatalkan pemanggilan? Jika ada itu akan menjadi hal yang buruk.
Menurut game, monster yang di panggil di ubah menjadi item
ketika mereka tidak di panggil.
 — Lalu akan
“menjadi item” seperti apa?, mengikuti game maka makhluk yang di panggil akan
menjadi kristal. Dia tidak berpikir bahwa hal-hal akan berakhir dengan aman
ketika dia menjadi kristal.
Sementara mereka memiliki kalung budak yang terpasang dia
harus memberi perintah untuk menolak item ification. — pertama-tama aku akan
menanyakan apakah perbudakan bisa di batalkan.
[Oi kalian!
Bisakah kalian membatalkan sihir yang kalian gunakan sendiri?]
Dua orang yang saling berteriak secara bersamaan terlihat terkejut.
Rem menyipitkan matanya.
[….. Jika
bisa sudah kami lakukan dari tadi. Karena itu adalah sihir yang tidak bisa di
batalkan, kami tidak tahu caranya. Jika kami pergi ke kota mungkin akan
menemukan jalan tapi…. atau mungkin… jika tuanya mati maka perbudakan akan
di batalkan]
[Hou?]
Suaranya sedikit terkejut. Meskipun dia telah memainkan peran
raja iblis untuk beberapa tahun, membalas dengan [Hou] adalah yang paling
banyak dia lakukan. Namun rasanya itu cukup efektif.
Rem mengejang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-2825009785802758”,
enable_page_level_ads: true
});

[…. Hanya
itu cara yang tersisa. Jika kami memiliki kekuatan untuk mengalahkan mu maka
tidak ada artinya memanggil mu. Aku tahu…. bahwa tidak mungkin untuk
mengalahkan mu]
Itu adalah suara yang sangat ketakuatan.
Karena peran raja iblis yang di mainkan sampai sekarang
hingga menunjukkan kekuatan magic reflection, untuk rem dan shera takuma
tampaknya di gambarkan sebagai “makhluk yang sangat kuat”. Karena itu suara
gemetarnya mungkin di anggap sebagai “Kemarahan”. Dia lega bahwa dirinya yang
asli tidak diketahui.
—Apakah
aku kuat saat ini?
Tentu saja, <> telah aktiv
tapi, satu-satunya hal yang di ambil dari game adalah equipment… ada
kemungkinan semacam itu. Dalam game takuma telah mencapai level maksimum “150”,
menguasai berbagai sihir element, berpetualang untuk melakukan penelitian dan
akhirya menjadi yang terkuat sebagai “Raja Iblis”.
Namun, tanpa jendela menu dan icon dan juga berada dalam
kondisi dimana ia tidak bisa melakukannya memakai mouse dan keyboard, ada
kemungkinan ia tidak dapat menggunakan sihir, tidak bahkan walaupun dia dapat
menggunakan sihir….
—Jika tingkat rata-rata level dunia ini sekitar 150 itu
akan menjadi hal yang buruk. Dengan kata lain apa yang dia butuhkan untuk mesmatikan
kekuatannya adalah kekuatan relatifnya.
Dibanding dengan yang lain dan monster, seberapa kuat dia?,
perlu untuk melihat orang lain di dunia ini— , reaksi keduanya.
[Oi kalian….]
Gadis elf nampak masam.
[Argh! Barhenti
memanggil kami dengan panggilan “Hei kau, Hei kalian”! karena aku memiliki nama
yaitu Shera L. Greenwood yang jenius!]
—Nnn? Greenwood?
Itu adalah nama yang terasa tidak asing baginya, yang dia
lihat di suatu tempat dalam setting cerita. Hampir keluar dari lidahnya tapi
itu tidak terjadi.
[Hmm ….
Saat ini “kalian berdua” cukup! Jangan memarahiku dengan berbagai omong
kosong!]
[Ughh…
A-aku mengerti]
Tampaknya itu akan menjadi waktu yang lama sebelum peran
raja iblisnya menghilang. Namun suatu hari pasti akan datang dimana dia harus
menampilkan kekuatan aslinya dan dia harus segera mengkonfirmasi kekuatannya.
Karena startfall tower hanya untuk tempat pemanggilan saja
itu sempit. dia tidak bisa tidak khawatir apakah terlalu lemah atau terlalu
kuat?, jika serangan sihirnya terlalu kuat dan menyebar keluar dua orang ini
dan dirinya mungkin akan terjebak.
[Apakah ada
monster sekitar sini?]
[………Hanya
sebatas binatang yang di usir dari hutan… meskipun ada lebih banyak di
sekitar kota.]
Takuma merasa lega.
Berada dalam kondisi dimana ia tidak mengetahui  apapun tentang kekuatannya, dia tidak ingin
tiba-tiba melakukan pertempuran. Jika dia berperilaku ragu-ragu rem dan shera
akan menjadi curiga terhadap kemampuannya.
Dia membutuhkan sesuau yang cukup kuat.
[Hmm….
jadi tidak ada monster ya. Tempat yang membosankan…. ya, tidak apa-apa.
Kurasa aku akan mengujinya dengan batu atau sesuatu yang tergeletak]
Menuju tangga, dia mulai berjalan. Ingatannya tidak jelas
tapi dia lega bahwa ada tangga yang mengarahkan kemana ia akan pergi.
[Tunggu!
Jangan pergi seenaknya dong! Kau adalah makhluk yang kupanggil kan?]
Terdengar suara shera di belakang, rem bergumam.
[……hey
dia bukankah makhluk kau yang panggil!]
Dengan langkah kecil dan cepat rem berjalan di samping takuma.
Dia mendongak dengan mata seperti kucing.
Gadis bertelingan kucing. Tidak, ya untuk jelasnya dia punya
telinga panther. Ya bagaimanapun juga dia adalah pantherian, dia tidak
berekspresi tapi karena itulah dia membuat kesan kesetiaan dari hewan kecil.
—Begitu manis.
Dia mendorong godaan ingin menepuk kepalanya. Aku ingin
mencoba untuk meraih telinga itu!, namun raja iblis tidak akan melakukannya sesuatu
seperti menepuk, mencubit, atau mencolek  gadis imut.
Dari belakang, suara langkah kaki shera semakin dekat,
ketika dia melihat bukan hanya rambut pirangnya yang indah, payudara yang
memiliki ukuran yang tidak dapat di bayangkan mulai berayun.
–MANTAP!!!
Dengan nafsu baja, dia mengalihkan pandangannya. Dengan
suasana yang memang seperti seorang raja iblis dia berjalan seolah memimpin
keduanya. Namun, saat ini kenyataannya adalah bahwa jika sebuah insiden terjadi
dia harus bergantung pada gadis-gadis itu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-2825009785802758”,
enable_page_level_ads: true
});

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×