Jomblo itu Merugikan Negara!?

 

 

Hal ini mungkin agak sensitive untuk di bahas. Kita akan membahas hal mungkin akan membuat para wibu merasa ingin cepat-cepat menutup halaman ini dan mengatai “sialan mana yang membuat ini? Cepat bawa orang itu kemari! Aku akam mengajarinya sopan santun!” ups tunggu dulu sebelum kalian menghujat saya, saya ingin menegaskan satu hal. Kita sebenarnya berada di kubu yang sama”.

 

Oke sebelum kalian mulai memprotes ini alasan saya mengatakan jomlo itu merugikan Negara.

 

Pertama, jika kalian jomblo tentu saja uang yang akan kalian habiskan jauh lebih sedikit dibandingkan kalian punya pasangan. Yah itupun kalau kalian adalah otaku normal yang hanya menyukain hobinya dan ngak nge-wibu. Loh bukankah itu hal baik. Kita jadi lebih hemat! Yah itu adalah hal baik, tapi apa yang akan terjadi jika para jomblo ada banyak. Hal ini akan meyebabkan pengaruh yang sinifikan terhadap pendapatan negera.

 

Kenapa? Karna pendapatan Negara sebagian besar berasal dari konsumsi warga negaranya. Ngak paham? Nih gampangnya, jika kalian memiliki pacar kemudian menikah otomatis kalian akan membutuhkan paling tidak 3 kebutuhan pokok sandang, pangan, papan. Nah ambil contoh untuk tempat tinggal. Jika kalian sendiri kalian hanya akan membutuhkan sebuah rumah dengan satu kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Tapi apa yang akan tejadi jika kalain sudah berkeluarga? Kalian tentu saja membutuhkan rumah yang lebih besar, jika rumah kalain lebih besar tentu saja pajak yang kalian bayarkan akan lebih banyak.

 

Masih belum paham? Mungkin ini terallu jauh buat kalain para jomblo. Ini yang lebih gampang. Jika kalian jomlo kalain hanya butuh porsi makanan untuk satu orang saat makan di restoran. Nah kalau kalain punya pacar atau bahkan istri kosusmsi makanan kalain akan meningkat. Hal ini meyebabkan kontribusi kalain pada Negara melalui pajak bertambah bukan. Tapi apa kami juga bayar pajak saat makan di ampere atau wartek? Ayoalah sebenarnya harga yang kalain bayarkan untuk menikmati suatu prosuk sudah termasuk pajak, baik itu dibebankan kepada kalain secara langsung ataupun tidak.

 

 

Kedua walaupun menjomlo itu adalah urusan personal, adalah karna kalain menjomblo dapat menyebabkan ketidak stabilan neraca kependudukan.

 

Dalam studi kasus kependudukan selalu ada yang namanya kepadatan penduduk dan kekurangan penduduk. Dalam studi Kependudukan Kekurangan Penduduk adalah kondisi dimana dalam suatu daerah atau wilayah mempunyai jumlah penduduk yang sangat sedikit dibanding jumlah wilayahnya.

 

Seperti pengertiannya Kekurangan Penduduk adalah kondisi dimana jumlah penduduk lebih sedikit daripada luas wilayahnya, biasanya kekurangan penduduk ini terjadi pada negara yanng telah maju seperti halnya Jepang, Rusia, dan Singapura. Di negara Jepang penyebab dari kekurangan penduduk sendiri disebabkan oleh turunnya tingkat kelahiran.

 

Sementara jumlah penduduk anak terus berkurang, jumlah lansia akan bertambah. Hal ini membuat pemerintah kewalahan karena harus mempersiapkan dana pensiun dalam jumlah besar, padahal jumlah pekerja usia muda terus menyusut.

Selain itu kekurangan penduduk akan menyebabkan kurangnya tenaga kerja dan perekonomian terancam menurun. Hal ini akhirnya berimbas pada penurunan jumlah tenaga kerja produktif yang menjadikan gerak perekonomian pun ikut melambat.

 

 

Kurasa cukup sampai disini saja! Kalain munkin akan menangis jika aku meneruskan ini. sampai jumpa lagi…

×