Isekai Kenkokuki Chapter 1 : Kepemilikan

Kepemilikan
============================
Kematian tiba-tiba datang padaku.
Dari tempat dan waktu yang tak terduga.
Di depan sebuah truk besar .  
Waktu perlahan-lahan telah bergerak. Hal-hal
yang telah aku tinggalkan ditinggalkan secara terpisah muncul di pikiran ku
satu per satu dan lenyap.
Bos ku di pekerjaan paruh waktu ku sebelumnya,
teman ku, profesor di universitas. Itu mengingatkan ku, aku belum menyampaikan
laporan ku ……
Dan terakhir semua orang dari panti asuhan.
Aku  tidak pernah berpikir mereka akhirnya akan berterima
kasih kepada ku untuk asuransi jiwa ku. “
Aku   masih ingin hidup dengan sensasi yang lebih
dalam hidup ku jika memungkinkan.  Ketika
aku berfikir begitu, aku mendengar suara anak kecil tertawa, dan setiap tulang
di tubuh ku patah.
ÀÀÀÀÀÀÀÀÀÀÀ
Aku berada di hutan saat aku terbangun ……
Aku melihat ke sekeliling dan ke arah langit.
Bulan, aku merasa itu lebih besar dari bulan
yang ku tahu, bersinar di langit.
Pohon-pohon  yang diterangi oleh sinar rembulan sangat
besar. Aku bertanya-tanya berapa kali pohon itu tumbuh lebih tinggi
dibandingkan denganku?
Apakah ini akhirat?
Ada cerita tentang taman bunga
dan sungai Sanzu , tapi aku tidak melihatnya.
Ini adalah akhirat yang lusuh.
Dimana aku … …?
Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu yang pahit di
mulut ku.
Itu adallah rumput ketika ku meludahkannya.
Mengapa aku makan rumput?
Dan kemudian aku menyadari bahwa aku kelaparan.
Pusing, kelelahan dan perasaan mualise umum
menyerang seluruh tubuhku.
Jika aku tidak makan sesuatu aku akan mati pasti
……
Aku  harus mencari sesuatu yang mungkin bisa KU
makan.
Acorn, jamur juga, tidak apa-apa.
Aku butuh sesuatu yang bisa ku makan.
Tiba-tiba, seekor kelabang besar memasuki
bidang penglihatanku.
Ini, biasanaya aku  akan menjerit dan lari dari tempat itu, tapi aku
hanya menatapnya karena beberapa alasan.
Melihat dengan saksama, kurasa aku bisa
melihatnya dengan jelas ini benar-benar memiliki banyak otot.
Aku yakin racun itu ada di mulut, selain dari
mulut, bisakah aku memakannya … …?
………………. ….
…………….. ….
Bisakah aku memakannya?
Untuk pertama kalinya, aku makan kelabang yang
tak menimbulkan selera.
       
“Kalau dipikir-pikir, aku akan baik-baik saja dari parasit?”
Setelah menetap perut kurus itu, aku menjadi
khawatir.
Aku  sedikit khawatir ……
Apakah aku akan menjadi bodoh jika aku tidak
memiliki cukup makanan?
Namun, sekarang aku tidak bisa menyalakan api.
Oh, bagus juga makan makanna  mentah
karena au harus bertahan.
Karena aku mengunyahnya dengan baik, itu akan
baik-baik saja, akan baik-baik saja. Mungkin. ………..
Jika otak ku bekerja setengah paling banyak dan
ragu-ragu, aku mungkin mati karena kelaparan.
Aku hanya berharap tidak akan ada parasit yang muncul.
  “Aku haus ……”
Aku mulai berjalan mencari air.
Aku ingin membersihkan sisa racun di mulutku
dengan cepat.
Aku  merasa sudah sepuluh menit berlalu saat aku
menemukan sebuah sungai.
Kata-kata yang terlintas di benak ku bukan
meminum air, tapi tidak mungkin ………… aku tidak tahu bagaimana menyalakan api
untuk merebusnya.
  ” aku telah
kembali ke hidup ……”
sangat penting.
Karena airnya terlihat jernih, aku rasa aku
akan aman dari parasit.
Aku melihat permukaan air di sungai.
Wajahku diterangi oleh sinar bulan ……
  … ….
  … ….
  … ….
Siapa orang ini?
Anak laki-laki berambut abu-abu kurus tercermin
di permukaan air.
???????
Tunggu, tunggu, pastinya pantulan di atas air
itu salah. Bahkan bayangan cahaya terkadang salah.
Aku menolak kenyataan di depan ku jadi aku
tidak mengerti apa artinya ini dalam pikiran ku.
Aku menyentuh pipiku dengan malu-malu.
Aku bisa melihat bahwa tulang pipiku terlihat.
Aku tidak gemuk, tapi kurasa tulang kurus itu
kurus sehingga tidak terlihat.
Selanjutnya, aku mencoba menarik rambut ku.
Rambut ku berwarna abu-abu.
Orang Jepang biasa harus memiliki rambut hitam
gagak ……
Ini adalah kenyataan.
Dengan kata lain, ini adalah, itu yang terkenal
  “Ini reinkarnasi ……”
Aku menatap langit malam.

Ukuran bulan Yang bersinar di langit dua kali
lebih besar dari bulan dari Bumi.
Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×