Living in this World with Cut & Paste Bahasa Indonesia Chapter 22 – The Orc Settlement (1)

Chapter 22 – The Orc Settlement (1)
===========================================
Sehari
setelah aku keluar dari adventurer guild, 
untuk mencari orcs, aku datang ke hutan di belakang kota.
Ini
untuk mendapatkan pemasukkan, tapi aku juga berfikir bahwa mungkin ada banyak
nama seperti goblin.
Pertarungan
dengan Lyle adallah sebuah pelajaran yang berharga.
Walaupun
aku mendapatinya karna terkejut, itu membuktikan bahwa seseorangbahkan bisa
menang melawan lawan yang lebih kuat jika dia mempunyai skill yang berguna.
Aku
mencapai kesimpulan itu agar tetap hidup setelah ini, seperti yang di harapkan
akan bagus jika memiliki skill sebanyak mungkin.
Dengan
begitu, ini adallah daftar skill ku.
==============================
Name                    :
Myne
LV               : 9
Race            : Hume
Gender        : Male                                 
Age              : 15 years
Occupation : Apprentice
Hunter
Skill
·        
AppraisalComplete LV2 (36/200)
·        
Cut & Paste (23/200)
·        
Tenfold Experience Acquisition (-/-)
·        
DaggerExtreme LV2 (3/100)
·        
GrapplingExtreme Lv4 (1/200)
·        
One-handed Blade (0/50)
·        
Two-handed Blade (0/50)
·        
Axe (0/50)
·        
Body EnhancementSmall (48/50)
·        
Leg EnhancementSmall (35/50)
·        
Sight EnhancementModerate (16/50)
·        
Finger Bullet Lv3 (1/150)
·        
Swift Feet (Small) (41/50)
·        
Strong Arm (25/50)
·        
Iron Wall (28/50)
·        
Agitate (0/50)
·        
Presence EraseModerate (6/50)
·        
MagicFire (0/50)
·        
MagicWater (0/50)
·        
MagicWind (12/50)
·        
MagicSmall Recovery (36/50)
·        
Support MagicSpeed Reduction (2/50)
·        
Support MagicSleep (1/50)
·        
Support MagicGradual Restoration Small (Stamina) (29/50)
·        
Fire AttributeResistance (0/50)
·        
Water AttributeResistance (0/50)
·        
Wind AttributeResistance (0/50)
·        
Earth AttributeResistance (0/50)
·        
Light AttributeResistance (0/50)
·        
Dark AttributeResistance (0/50)
·        
Cooking (1/50)
·        
Needlework (0/50)
·        
Etiquette (0/50)
·        
Art of Negotiation (2/50)
·        
Alchemy (6/50)
·        
Cleaning (0/50)
·        
Tame (0/50)
·        
Woodwork (0/50)
·        
Martial Arts : Successive Shot (0/200)
=======================================================
Ini
akan jadi pertama kalinya bagiku bertarung melawan orcs sejak aku mendapatkan
Tenfold Experience Acquisition, aku benar-benar menantikan ini.
Saat
memikirkan itu, aku meIacak tanaman obat, dan sambil mengalahkan gathering
sheep, aku pelahan-lahan mesuk ke dalan dan semakin dalam seperti biasa.
Pepohonan
lalu menghilang sebelum aku mencapai steep slope, penglihatanku meningkat dan
aku menemukan tempat itu.
Pemandangan
yang muncul di depan mataku adallah …….
ya
tuhan……, sarang orc berada di tempat seperti ini ……
Apa
yang ada di depan mataku adallah sarang orc.
Hanya,
ada berapa banyak mereka di sana ……?
Dari
pada itu, aku seharusnya sudah menyadari kemungkinan itu lebih awal.
Di
tempat pertama, tidak ada banya pembicaraan tentang orc tinggal di hutan ini di
masa lalu.
Tapi,
saat aku mengalahkan orc sebelumnya, aku dengan ringan berfikir bahwa mereka
tersesat.

Pertarungan
pertama ku, kemenangan pertama ku, kebahgaian dari hal itu telah menutupi
perasaan tidak nyaman dari “ sesuatu yang tidak benar terjadi “
Karena
Orc telah menetap di sini dan membangun sebuah pemukiman, itulah sebabnya aku bertemu
dengan Orc di suatu tempat.
Tidak
ada gunanya, ini…… ini mustahil bagiku.
Tak
peduli bagaimapun aku memikirkannya, ini adallah kasus yang harus di laporkan
ke guild!
Saat
memutuskan untuk kembali di kepalaku, aku mengunjungi desa  dengan
Sight
Enhancement
Moderate.
di lihat sekilas tampaknya ada
sekitar 40 …… hm?
Saat
aku menhitung secara kasar, untuk beberapa alasan aku menyadari figure seorang
menusia di tengah tengah saran orc.
Dokun!, hatiku berdeber dengan sangat
kencang.
I,
itu adallah …… seorang wanita!
Seorang
gadis manusia di tengah sarang orc…. Walau 
aku tau, Apa maksudnya ini,.
Tidak
baik, aku tidak punya waktu! Bahkan jika 
aku segera pergi ke guild sekarang dia tidak akan selamat …… aku … aku
hanya bisa melakukan ini.
Aku
membuat keputusan ku.
Karna
aku sudah memutuskannya aku harus segera bertindak! Dengan panik aku mencari
orang-orang yang meninggalkan kawanan itu.
Aku
menemukan mereka! Walau ada tiga dari mereka yang berkumpul bersama-sama, tapi
jika itu tiga aku entah bagaimana akan dapat mengatasinya!
============================
Name          :
Orc
Assassin
LV               :
10
Race
           : Demon Race
Gender        :  
Skill
·        
Twin
Blades
Extreme (TLN: The real twin
blades orz)
Ability
·        
None
============================
============================
Name
                   : Orc
Warrior
LV
              : 11
Race
           : Demon Race
Gender        :
Skill
·        
Strength
Rise
Ability
·        
Roar
============================
============================
Name
                   : High Orc
Magician
LV
              : 13
Race
           : Demon Race
Gender        :
Skill
·        
AoE
Magic
Fire Maximum
Ability
·        
None
============================
Orcs
dengan nama yang berbeda, seperti yang di harapkan mereka benar-benar ada! Lebih
lagi bahkan ada satu dengan high orc!!
Seperti
yang di harapkan, mereka semua punya skill yang terlihat sangat berguna.
Jika
begini aku mungkin berhasil menyelesaikannnya.
Aku
segera  menjarah semua Skill mereka, menggunakan
self-enhancement yang hanya bisa digunakan pada diriku dan memegang sebuah dagger
di masing-masing tangan ku.
Terima
kasih kepada
Twin
Blades
Extreme yang aku jarah.
Aku
menggunakan
Presence
Erase
Moderate dari belakang dan segera
mendekati mereka, dan menuju high orc yang kelitan merepotkan itu dan lalu
menikamnya.
Aku
lalu menebasnya secara diagoanal dari bahunya, setelah itu, aku mengincar
batang tenggorokkan assassin di sampingnya lalu menikamnya.
Kelihatanya
aku tidak benar-benar langsung membunuhnya, tapi karena itu luka fatal, dia
dengan lemah jatuh  berlutut.
Si
warrior yang akhirnya menyadari bahwa mereka roboh mengayukan kapak batunya ke
arah kepalaku.
Bagaimanapun,
itu terlalu buruk! Terlalu lambat!!!!!
Sebelum
kapak itu sampai ke kepaluku dari atas, aku menggunakan
Presence EraseModeratesesaat kemudian dan pergi ke belakangnya.
Aku
lalu meusukkan dagger di tanganku ke jantungnya, dan satunya yang di tangan
kiriku mengarah ke tengkuknya.
Aku
lalu melepaskan daggers ku, dan mendaratkan pukulan ke uluh hati  assassin, yang masih memiliki satu nafas
tersisa, dengan seluruh kekuatanku.
Waktu
untuk semua ini adallah sekitar 40 detik.
Kelihatannya
Tidak ada tanda tanda bahwa aku di sadari oleh sekelilingku.
Mengkonfimasi
bahwa mereka bertiga sudah mati, sambil mengcasting
MagicSmall Recovery pada tinjuku  yang hancur, aku memasukkan maynat orc ke
dalam Storage Bag ku.
Karena
jika mereka menemukan mayat, yang tersisa pasti akan menimbulkan sebuah
keributan, begitulah yang aku pikirkan.
Aku
benar benar berterimakasih pada alchemist onii-san.
Menggunakan
 
MagicSmall Recovery sekali lagi, aku bersembunyi di
balik selimut.
Saat
aku membunuh high orc, saat aku menyadarinya tubuhku tiba tiba menjadi lebih
ringan .
Aku
mungkin sudah naik level.
Jika
aku seperti ini aku mungin entah bagaimana berhasihl menanganinya.
Sambil
memikirkan hal seperti itu, ketika aku memeriksa sekitar aku menemukan kawanan
lima orang.
Kelihatanya
tidak ada yang lain di sekeliling.
Nyaman
karena kelimanya berkumpul, sejak pemandangan-nya buruk aku memutuskan untuk
menggunakan
AoE
Magic
Fire Maximum yang telah aku jarah sebelumnya.
Sebelum
itu ……
==================================
Name
: High Orc
Magician
LV
: 12
Race
: Demon Race
Gender
Skill
·        
AoE
Magic
Wind Maximum
Ability
·        
None
==================================
==================================
Name
: High Orc
Priest
LV
: 12
Race
: Demon Race
Gender
Skill
·        
MagicLarge Recovery
Ability
·        
Roar
==================================
==================================
Name
: High Orc
Grappler
LV
: 14
Race
: Demon Race
Gender
Skill
·        
Martial
Arts : Flurry Attack
Ability
·        
Roar
==================================
==================================
Name
: Orc
LV
: 6
Race
: Demon Race
Gender
Skill
·        
Strong
Arm
Ability
·        
Roar
==================================
==================================
Name
: Orc
LV
: 6
Race
: Demon Race
Gender
Skill
·        
Strong
Arm
Ability
·        
Roar
==================================
Aku
menjarah semua Skill mereka, dan melekatkan skill dan  Abilities yang tidak berguna ke  tanah.
Aku
lalu mengunakan self enhancements,  dan
melemparkan
AoE
Magic
Fire Maximum ke tengah orc yang berkumpul.
Saat
gemuruh yang sangat mengerikan menyebar, sihir apinya berdampak.
Orc
terbakar dalam kobaran api.
Menuju
 orc yang terbakar,  aku menembakkan
AoE
Magic
Wind Maximum yang sudah aku jarah.
Mungkin
karena menerima angin, api yang menelan orc  tumbuh semakin besar, dan ujung angin yang
tersisa mencincang orc.
Saat
apinya menjadi semakin kecil, yang tersisa hanyalah mayat lima orc yang mati
karena terbakar.
Setelah
aku menggunakan
Fire
Attribute
Resistance, aku segera memasukan mayat orc
ke dalam, mengunakan  
Presence EraseModerate, dan meninggalkan tempat itu.
ini
mungkin buruk
……
 sepeti yang diharapkan,  mereka kelihatannya sudah menyadarinya huh
Untuk
sekarang, dengan ini, aku sudah mengalahkan 8 orc.
Mereka
mungkin tersisa sekitar 30.
……
Sekarang,  mulai sekarang ini adallah critical
moment.
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇
Aisha
 Pov
===================================================
Guild
master~, apa ini benar-benat tidak apa-apa?
Si
receptionist Mary memulai sebuah percakapan dengan guild master dengan lesu.
……apa ini?
walaupun kamu mengerti ~, aku
sedang bicara tentan exclusive rookie-san yang berada dalam tanggung jawab Aisha-san
kau tau ~,  aku mengerti alasannya¸ tapi
dari sudut guild , bukankah itu buruk ~?
Melirik
ke arahku, Mary mengkritik guild master.
Itu
benar, jika kita berfikir dari  sudut
pandang guild master memprioritaskan  tugas
professional, kau bisa mengatakan bahwa benar-benar tidak ada yang salah dengan
bagaimana dia menanganinya kali ini.
Tapi
jika kita berfikir sabagai sebuah “Guild”, situasinya berubah sedikit.
Di
tempat pertama, alasan untuk peraturan guild melarang anggotanya membunuh satus
ama lain adallah agar potensi perangnya tidak jatuh.
Ini
adalah aturan dengan alasan yang tidak menarik sehingga sumber daya manusia
yang berharga tidak hilang.
Dari
sudat pandang  kebiasaan guild, tak
peduli seberapa kuat potensi perang harus dimiliki.
Mereka
menginginkan rookies yang menjajikan ke titik putus asa.
Seorang
rookie yang bisa mengalahkan orang yang menempati urutan teratas di antara rank
C, benar, dia adalah bakat yang akan disambut dengan hangat.
Secara
pribadi memecat bakat seperti itu.
Itulah
yang Mary katakan kepada guild master.
ini adallah sesuatu yang sudah aku putuskan, jangan komplain!
Setelah
semalam berlalu, guild master mungkin sudah sedikit lebih tenang, bahkan dia
mengerti apa yang ingin dikatakan Mary.
Karena
itu, dia membalas sebuah balasan yang mengandung kemarahan yang tak tertahankan
pada Mary.
Saat
melihat situasi seperti itu di dalam guild, perasaan ku belum sepenuhnya tenang.
Dalam
kepalaku, muncul berbagai ekspresi yang Myne-kun tunjukkan kemarin malam.
Di
mulai dangan  “takjub”, ke “senang” “kebingungan”
“ketabahan” dan di akhiri dengan “perasaan bersyukur”
Bahkan
mungkin dia punya banyak hal yang ingin ia katakan.
Tidak,
tidak mungkin dia tidak.
……tapi,
pada akhir senyum yang dia perlihatkan, hanya perasaan syukur yang datang
darinya.
Seperti
yang di harapkan, aku seharusnya menolak lebih keras saat itu.
Ketika
aku hancur karena menyesal ……, ya, pada saat seperti itu.
Saat
dia muncul! Pada saat itu, pertemuan antara dia dan aku, tak diduga itu telah
benar-bear mengubah takdir antara Myne-kun dan aku.
________________________________________
AN:
I
feel extremely happy that the readers have been increasing day by day, though
gradually.
According
to the original plan, Myne-kun did not leave the guild, but before I realised
it had become like this.
Since
it’s the preparatory phase, it’s centered on fighting monsters, but from now on
I plan for opponents with enormous powers to stand in his way.
About
the promised development, I will develop them, but I do not know how far I can
imagine with my capability, though I will work hard so that everyone enjoys it.
Also,
it will be useful for my writing from now on, if you don’t mind, I don’t mind
if it’s simple, I will feel happy if you can give your impressions.
Well
then, please treat me well too from now on.

—————————————
terimakasih telah membaca sejauh ini…………….
tolong dukung terjemahan ini dengan membaca terjemahan ini hanya di ‘ otakuakut.blogspot.com ‘


Buat teman teman yang ingin ikut serta dalam projek ini juga sangat di persilahkan. kalian bisa contak saya melalui fanspage fb, fb ( void safirma), atau via E-mail ( voidsafirma@gmail.com)

silahkan matikan ad-block kalian untuk mendukung blog ini. iklan membantu agar blog ini dapat terus berjalan dengan lancar
apabila ada typo,terjemahan yang menurut teman-teman kurang tepat silahkan tulis kritik dan sarannya di kolom komentar postiang ini….


Terima kasih 

—————————————



—————————————

sebelumnya  — toc — selanjutnya  

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×