Because There Were 100 Goddesses in Charge of Reincarnation, I Received 100 Cheat Skills Chapter 1: Dewi A muncul, Dewi B, muncul Dewi C muncul ……..


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dewi A muncul, Dewi B muncul, Dewi C muncul……..
——————————————————-
“apa
kabarmu? Toujou Karuna-san”


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ketika nama ku dipanggil, aku perlahan-lahan
membuka mata ku dan melihat seorang gadis di depan ku.
Uo, siapa bishoujo ini?
Idol? bukan, aku belum pernah melihat idol semanis
ini sebelumnya?
Rasanya ada cahaya yang keluar dari seluruh
tubuhnya.
tte, cahaya? Apa yang terjadi? Manusia biasanya
tidak memancarkan cahaya, kan?
Selain itu, sungguh warna rambut yang hebat.
Hampir tampak berkilauan seperi kaca rambut perak.
aku belum pernah melihat warna yang begini bahkan pada orang asing.
Tidak ada apa-apa di sekitar ku, hanya ruang
putih.
Aku mengambang, gadis itu juga mengambang tepat di
depan ku.
Apa yang telah terjadi?
Sementara kebingungan, gadis itu dengan manis
tersenyum padaku.
Sungguh senyum yang mempesona……!
“Aku
seorang Dewi – desu Dewi Ashia”
“DE,
Dewi ……?”
“Ya.
Tampaknya kau masih bingung. Hal ini tidak mengherankan. setelah semuanya,
Sesuatu seperti kematian datang secara tiba-tiba.”
Seakan mengalami sesuatu yang tragis, ia sedikit
menggantungkan kepalanya  dan mengerutkan
kening nya.
“Eh
……? Aku…… Apakah aku mungkin sudah mati ……?”
“Ya.
Sangat disayangkan, tapi Karuna-san telah meninggal. kau mungkin tidak ingat
karena shock di ambang kematian, tetapi itu karna kecelakaan– lalu
lintas”
“Yosshaaaaa!!”
Aku menyela kata-katanya dan membuat pose
kemenangan sambil berteriak.
Gadis itu – Tidak, Dewi-sama Membuat ekspresi
tercengang.
“Itu
…… kau telah meninggal,tahu?”
“Ya,
benar!? Dengan itu, aku bisa pergi ke dunia lain, benar!?”
“Y,
ya ……”
Ketika aku memastikannya sambil memerengkan
tubuhku ke depan, ia mundur sedikit.
“Ah,
aku buruk. Bahkan, bereinkarnasi ke dunia lain adalah mimpi ku.”
Elf, dwarves, demi-human, Halfling.
Slimes, goblin, kobolds, dan Orc.
Ada berbagai ras dan banyak monster.
Dan kemudian, ada sihir, senjata legendaris dan
hal-hal seperti itu.
Yang aku bayangkan adalah, apa yang disebut [dunia
Fantasy dengan pedang dan sihir]…… Aku telah menyukai dunia seperti itu
sejak lama.
Dan jika suatu hari nanti aku mati, aku berpikir
bahwa aku ingin berreingkarnasi di sana.
Untuk berpikir bahwa mimpi ku benar-benar akan
terjadi.
“Su-
sungguh aneh ……”
“Yang
pasti mungkin begitu. Jadi, ke dunia seperti apa aku akan pergi? Apakah ada
sesuatu seperti dunia game, dengan skill? Jika mungkin, aku ingin ke dunia
dengan elf dan dwarves, meskipun. Ah, tentu saja, sihir adalah sangat
diperlukan kau tahu, sangat diperlukan! Meskipun aku tidak keberatan jika itu
adalah dunia dengan Maou, aku lebih suka dunia di mana manusia tidak berperang!
aku tidak ingin segera mati! “
“……
Karuna-san”
“Ya!”
“Pertama-tama,
tolong tenang.”
“Ah,
ya.”
====================================


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menurut Dewi-sama, dunia dimana aku akan
berreingkarnasi setelah ini justru dunia fantasi dengan pedang dan sihir yang
telah aku bayangkan.
Bereinkarnasi atau pergi ke surga?
Aku tampaknya memiliki pilihan, tapi aku secara
alami akan memilih berreingkarnasi.
Selain itu, ternyata dunia dimana aku telah
tinggal di sejauh ini. memiliki kualitas jiwa yang lebih tinggi, dan itu
diperlukan untuk memperbaiki keseimbangan atau sesuatu, karena itu – Ini
memungkin untuk mendapatkan suatu skill.
Dengan kata lain, itu adalah manfaat reinkarnasi.
“Mana
yang harus ku pilih ……”
Huruf-huruf 
naik ke udara, dan nama-nama skill yang dapat ku pilih dan penjelasan
singkat mereka berbaris berturut-turut.
Sebagai salah satu harapkan dari manfaat
reinkarnasi, masing-masing dan setiap satu dari mereka tampaknya kuat.
Tentu, aku bingung.
Semuanya sulit untuk di pilih, dan itu tidak
berlebihan untuk mengatakan bahwa pilihan ini akan menentukan kehidupan baru
ku.
“Ini,
hanya satu, setelah semua?”
“Hanya
satu-desu”
“Bisakah
kamu melakukan sesuatu?”
“Hanya
satu-desu”
“Iyo,
Dewi Aisha-sama, keindahan transenden! Tubuh yang bagus!”
“Hanya
satu bahkan jika kau memuji ku- desu”
Gununu.
Meskipun aku benar-benar bingung, entah bagaimana
aku akhirnya memilih salah satu skill.
Maa, tidak dapat membantu.
Meskipun itu hanya satu skill, itu menakutkan
kuat. Berkeinginan lagi akan menjadi pemborosan.
“Karuna-san,
aku berharap untuk keberuntungan dalam hidup baru mu.”
Dengan demikian,dengan di kirim oleh Dewi-sama,
akhirnya aku memulai kehidupanku di dunia 
lain.
“Kau
Toujo Karuna, ya? Aku seorang dewi. Dewi Islina. Kali ini, aku dipilih untuk
memandu jiwa mu.”
–apa yang terjadi, tapi sebelum aku menyadarinya,
ada bishoujo lain berdiri di depan ku.
Selain itu, ia menyebut dirinya seorang dewi lagi.
Apa yang terjadi?
Melihat ekspresi bingung ku, dewi-sama tampaknya
salah paham dengan ekspresiku,
“Ma,
itu wajar kau tidak bisa menelan situasinya. Terutama karena kecelakaan lalu
lintas yang begitu tiba-tiba.”
“Ha,
haa ……”
Aku hanya bisa melamun mengangguk.
Kebetulan, tidak seperti Dewi-sama yang disebut
Ashia itu, Dewi ini tampaknya cukup sombong.
Setelah itu, Islina membuatku mendengar penjelasan
yang sama Ashia berikan.
“Itulah
yang terjadi, sebagai manfaat reinkarnasi, kau dapat memperoleh satu
skill.”
Sebuah jendela akrab dengan skill berbaris
berturut-turut muncul di depan ku.
Mereka adalah skill yang persis sama dengan yang
aku lihat beberapa waktu yang lalu.
Tapi, aku tidak melihat nama skill yang telah aku
pilih sebelumnya.
Apakah aku kehilangan skill itu?
Atau, apakah aku sudah memilikinya?
Aku melirik Dewi Islina.
…… Mari kita diam.
Aku mulai memilih skill kedua.
Karena aku telah melihatnya sebelumnya, kali ini,
itu berjalan lancar – Atau tidak, aku bingung lagi.
Ada terlalu banyak skill yang aku inginkan.
Sebaliknya di tempat pertama, ada berapa banyak
itu?
…… 97 …… 98 …… 99!
Dengan satu dari sebelumnya, itu seratus!
Tentu saja, itu akan memakan waktu.
hidup ku secara harfiah tergantung pada itu,
setelah semuanya.
Maa, dari pada skill  yang diputuskan secara otomatis, aku senang
aku bisa memilih mereka sendiri.
Sambil berpikir tentang apa skill untuk dambil
berikutnya, “Cepatlah,” Dewi-sama menekan ku.
Aku membalas dengan, [“aku telah hampir
memutuskannya! Ini sudah di putuskan di kepala ku!”] Dan memilih skill ku
perlahan-lahan dan dengan hati-hati seperti memesan makanan di sebuah restoran.
“……
Sepertinya kau akhirnya telah memutuskannya. Kemudian, lakukan yang terbaik.
Aku memiliki harapan untuk aktivitas mu di dunia baru itu.”
Dan aku kali ini, ini seharusnya akhirnya, aku ke
dunia baru —-
“Saya
dewi vermis desu – wa”
neraka –apa yang terjadi!?
========================


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Apa,
itu aneh.kau hanya memiliki satu skill yang dapat di pilih.”
“Sepertinya
begitu.”
“Selain
itu, muncul sesuatu yang tidak populer karena penggunaannya dibatasi. Uun,
bahwa kau tidak memiliki bakat. sugguh disayangkan.”
“Aku
mengerti ~ Kemudian, skill yang itu tolong”
“……
kau cukup tenang, bukan?”
“Maksudku,
aku tidak memiliki bakat, kan? Mau gimana lagi.”
“Fu
~ n. Oh, baik. Nja, lakukan yang terbaik”
“Ya.
Terima kasih, Dewi-sama”
Saat aku mengucapkan terima kasih ku, tubuh ku
mulai terbungkus cahaya.
Bai ba ~ i, aku tertawa sambil melambai kembali
pada Dewi-sama yang melambaikan tangannya ke arahku.
Pada akhirnya, aku telah bertemu total seratus
dewi.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dengan demikian, masing-masing dewi memberi ku
satu skill – Dengan kata lain, semuanya ada seratus skill – aku telah menerima
mereka semua!
Yang terlalu panjang.
Butuh waktu terlalu lama.
Tidak peduli apa, apa telah mendengarkan
penjelasan yang sama seratus kali.
Tapi pada akhirnya, aku berhasil sampai ke dunia
lain.
“Ini
adalah dunia lain!!”
                       
 ———Bersama dengan 100 cheat


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebelumnya  +  Daftar isi   +  Selanjutnya

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×